Showing posts with label Berpuasa. Show all posts
Showing posts with label Berpuasa. Show all posts

Tuesday, 5 June 2018

Salam Ramadan

Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh..
      dan Salam Ramadan 1439H...



Begitu cepat sekali masa berlalu dan tak sedar, kita dah pun berada dalam 10 hari terakhir iaitu 20 Ramadan 1439H. Ya Allah, sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian yang amat andainya bulan yang penuh rahmat dan barakah ini dibiarkan berlalu pergi tanpa kita mengaut bonus-bonus khas yang telah disediakan demi memberikan keampunan buat hambaNya.



"RAMADAN Won't Slow Down, 
You Have To Be Fast In Gaining."


Maka, marilah kita bersama-sama 'grab this opportunity' untuk memohon keampunan dan mencari keredhaanNya di bulan yang mulia ini...

10 Hari Terakhir RAMADAN

Ulangilah 6 Perkataan ini Sebanyak Mungkin dalam 10 hari terakhir Ramadan ini.. 


اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

1. Allahumma
2. Innaka
3. 'Afuwwun
4. Tuhibbul
5. 'Afwa
6. Fa'fu 'Anni

Yang bermaksud:
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah kesalahanku."

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Selawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulillah, keluarga dan para sahabatnya.

Doa di atas adalah doa yang berkaitan dengan sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan dan punya kaitan dengan Lailatul Qadar. Doa tersebut menjadi sangat istimewa karena diajarkan sendiri oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada isteri tercinta beliau, ummul mukminin 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha. Yaitu saat 'Aisyah bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku mendapatkan Lailatul Qadar, apa yang harus aku baca?" kemudian Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Ucapkanlah:


اللَّهُمَّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

(HR. al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad. Imam al-Tirmidzi dan al-Hakim menshahihkannya)


Doa ni juga ada dlm kitab taklim *Fadhail 'Amal*. Bahagian Fadhilat Ramadhan, bab 2.

Marilah kita sama-sama berdoa semoga apabila berakhirnya bulan Ramadan ini, dapat diampunkan dosa-dosa kita dan diangkat darjat kita ke tempat yang lebih tinggi.. Aamiin..

Salam Sayang....



Friday, 10 June 2016

Doa Sebelum Berbuka Puasa

DOA SEBELUM BERBUKA PUASA | Bismillahir-Rahmaanir-Rahim 



Ada suatu waktu yg mustajab utk berdoa, dimana doa tsb tdk akan ditolak oleh Allah SWT, yaitu berdoa saat menjelang berbuka puasa dan menjelang makan sahur. Ttp sayangnya banyak kaum muslimin tidak mengetahuinya.

Di Mekkah & Madinah, satu jam sblm adzan maghrib org2 sdh menengadahkan tangan ke langit berdoa utk kemudahan dari segala hajat, baik hajat dunia maupun akhirat, mrk berdoa dg syahdu sepenuh keyakinan, sampai2 air mata mrk mengalir deras.

Ya, berdoa meminta kpd Allah yg Maha Kaya…

Kesalahan yg dilakukan kaum muslimin kita disini (Indonesia) yaitu dg menyia2kan wkt yg sangat mustajab ini dg cara ngabuburit menjelang adzan maghrib..!!!

kemudian berkumpul menghadapi hidangan berbuka & mrk sdh merasa cukup dg hanya membaca “Allahuma lakasumtu….atau dzahaba zhoma’u….”, pdhal hanya mencakup maknanya berupa laporan & ucapan syukur..

Setelah kita memahaminya, hendaknya min 10 ~ 15 menit seblm adzan maghrib (sdh dlm keadaan berwudhu) kemudian berdoa meminta apa saja (adabnya dg didahului puji2an kpd Allah & bershalawat atas Nabi),

Krn Allah menggaransi bhw doa2 tsb akan dikabulkan..”Allah sesuai prasangka hamba kepada Nya”

Manfaatkanlah wktmu, bukan hanya demi santapan atau berburu makanan saat jelang buka. Berdo’alah utk diri kita, keluarga kita, orangtua kita, sahabat kita, negeri kita….

Aamiin

Musuh2 islam tahu betapa hebat ummat Muhammad SAW bila mrk berdo’a kpd Rabb nya disaat menjelang berbuka. Krn itu, mrk buat tipu daya utk melalaikannya dgn program2 tv & media lainnya di wkt2 yg mustajab yaitu: menjelang berbuka & menjelang sahur (2/3 mlm). sehingga ummat ini, mrk makan-minum, berpuasa, namun tak sempat utk berdoa.

Smoga kita dpt memanfaatkan dan, memaximalkan waktu mustajab ini .

Dari Ibnu Abbas, ia berkata : “Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan: Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim. ” (artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki dari-Mu kami berbuka. Ya Allah! Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). (Riwayat Daruqutni di kitab Sunan-nya, Ibnu Sunni di kitabnya ‘Amal Yaum wa- Lailah No. 473. Thabrani di kitabnya Mu’jamul Kabir).

Dari Anas, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka beliau mengucapkan, ‘Bismillah, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rezekika Aftartu.” (artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rezeki dari- Mu aku berbuka). (Riwayat Thabrani di kitabnya Mu’jam Shogir, Hal. 189 dan Mu’jam Auwshath).

Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan: Allahumma Laka Sumtu wa ‘Alaa Rizqika Aftartu. ” (Riwayat Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4:239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Suni)

Doa berbuka puasa menurut imam nawawi Rohimahulloh.

ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺼﻨﻒ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺍﻷﺻﺤﺎﺏ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺍﻥ ﻳﺪﻋﻮﺍ ﻋﻨﺪ ﺍﻓﻄﺎﺭﻩ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻟﻚ ﺻﻤﺖ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗﻚ ﺍﻓﻄﺮﺕ ﻭﻓﻰ ﺳﻨﻦ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺀﻱ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺇﺫﺍ ﺍﻓﻄﺮ ﻗﺎﻝ ﺫﻫﺐ ﺍﻟﻈﻤﺄ ﻭﺍﺑﺘﻠﺖ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﺛﺒﺖ ﺍﻷﺟﺮ ﺍﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

Telah berkata Al mushonnif (Abu ishaq As-syirozi) dan semua ulama syafiiyah: di sunnahkan agar mereka berdoa saat berbuka puasa “Allohumma laka sumtu wa ala rizqika aftortu”. Dan di sebutkan dalam sunan abu dawud dan nasa’i dari ibnu umar: apabila nabi SAW, berbuka puasa, beliau membaca “Dzahabat dzoma’u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allohu ta’ala”. [Majmu’ syarh muhaddzab imam nawawi: 6/363]

Ada sebagian orang yang mengotak atik doa berbuka puasa tersebut dengan mengatakan hadits hadits tentang doa berbuka puasa itu dhoif. Entah apa tujuannya? Sebab dalam masalah fadhilah fadhilah itu di perbolehkan mengamalkan hadits dhoif. Apalagi para ulama ahlussunnah wal jamaah bukan tidak tahu menahu tentang kedudukan hadits itu.

Para ulama tahu dan faham. Seperti di terangkan dalam kitab asnal matholib:
ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻪ ﺍﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺑﻌﺪ ﻭﻓﻰ ﻧﺴﺨﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻹﻓﻄﺎﺭ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻟﻚ ﺿﻤﺖ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗﻚ ﺍﻓﻄﺮﺕ ﻟﻼﺗﺒﺎﻉ ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﺑﺎﺳﻨﺎﺩ ﺣﺴﻦ ﻟﻜﻨﻪ ﻣﺮﺳﻞ ﻭﺭﻭﻱ ﺃﻳﻀﺎ ﺍﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺫﻫﺐ ﺍﻟﻈﻤﺄ ﻭﺍﺑﺘﻠﺖ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﺛﺒﺖ ﺍﻷﺟﺮ ﺍﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ

Dan seyogyanya bagi orang yang berpuasa untuk membaca setelah berbuka puasa “Allohumma laka sumtu wa ala rizqika aftortu” karna ittiba’. Abu dawud Telah meriwayatkan hadits itu dengan sanad yang bagus akan tetapi hadits itu berkedudukan mursal. Dan telah di riwayatkan bahwa nabi SAW saat berbuka puasa membaca “Dzahabat dzoma’u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Allohu ta’ala” [Asnal matholib Al imam zakaria al anshori: 5/337]

apa orang itu tidak membaca fatwa Al utsaimin yaitu salah satu ulama rujukan orang tersebut? Al utsaimin berkata:

ﻭﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺍﻟﻤﺄﺛﻮﺭ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻟﻚ ﺿﻤﺖ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺯﻗﻚ ﺍﻓﻄﺮﺕ ﻭﻣﻨﻪ ﺃﻳﻀﺎ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺫﻫﺐ ﺍﻟﻈﻤﺄ ﻭﺍﺑﺘﻠﺖ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﺛﺒﺖ ﺍﻷﺟﺮ ﺍﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ. ﻭﻫﺬﺍﻥ ﺍﻟﺤﺪﻳﺜﺎﻥ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﺿﻌﻒ ﻟﻜﻦ ﺑﻌﺾ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺣﺴﻨﻬﻤﺎ. ﻭﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺣﺎﻝ ﻓﺈﺫﺍ ﺩﻋﻮﺕ ﺑﺬﻟﻚ ﺃﻭ ﺑﻐﻴﺮﻩ ﻋﻨﺪ ﺍﻹﻓﻄﺎﺭ ﻓﺈﻧﻪ ﻣﻮﻃﻦ ﺇﺟﺎﺑﺔ

Dan doa yang ma’tsur adalah doa “Allohumma laka sumtu wa ala rizqika aftortu” juga doa nabi SAW: “Dzahabat dzoma’u wabtallatil uruqu wa tsabatal ajru insya Alloh”. Dan kedua hadits ini, walaupun di dalam keduanya terdapat kelemahan (dhoif), akan tetapi sebagian ulama menganggap kedua hadits ini bagus. Wal hasil.! Apabila kamu berdoa dengan doa itu atau lainnya di saat berbuka maka tempat itu memang termasuk tempat istijabah [kutub wa rosail lil utsaimin 10/134]
sumber






Friday, 19 June 2015

Amalan Kesukaan Nabi Muhammad SAW Di Bulan Ramadhan




Amalan Kesukaan Nabi Muhammad SAW Di Bulan Ramadhan

AMALAN yang menghidupkan Ramadan ialah memperbanyakkan sedekah kerana sikap bermurah hati pada Ramadan adalah dituntut. Ibn Abbas melaporkan: “Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada Ramadan ketika Jibril menemuinya lalu membacakan padanya al-Quran.” 
(Hadis riwayat Bukhari)


Membaca al-Quran

Disunatkan memperbanyakkan bacaan al-Quran pada bulan Ramadan kerana ia bulan al-Quran seperti firman Allah yang bermaksud: “… bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah.” 
(Surah al-Baqarah, ayat 185)

Malaikat Jibril sentiasa bertadarus al-Quran dengan Nabi SAW setiap hari sepanjang Ramadan. Para salaf mendahulukan bacaan al-Quran daripada ibadah lain. Sebahagian salaf khatam al-Quran dalam masa tiga hari, sebahagiannya tujuh hari dan 10 hari pada Ramadan.

Saidina Uthman bin Affan khatam al-Quran setiap hari pada Ramadan. Imam Zuhri berkata apabila tiba Ramadan, “Sesungguhnya Ramadan itu bulan membaca al-Quran dan menyediakan makanan untuk orang berpuasa.”


Memberikan makan kepada orang yang berbuka puasa.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang memberikan makan kepada orang yang berpuasa, maka baginya seperti pahala (orang yang berpuasa) dalam keadaan tidak berkurung sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu.” 
(Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibn Majah dan ad-Darimi)


Qiamullail

Disunatkan berjaga malam secara berjemaah pada bulan Ramadan iaitu solat terawih dan waktunya di antara solat Isyak hinggalah terbitnya fajar. Nabi sangat gemar mendirikan malam pada bulan Ramadan.

Rasulullah bersabda yang bermaksud: “Sesiapa menghidupkan Ramadan dengan keimanan dan pengharapan pahala daripada Allah Taala, maka akan diampunkan segala dosanya yang terdahulu.”
(Hadis riwayat Bukhari)


Solat tarawih

Solat tarawih adalah solat khusus yang hanya dilakukan pada Ramadan. Solat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan bersendirian, umumnya dilakukan secara berjemaah di masjid. Di sesetengah tempat, sebelum solat tarawih, diadakan ceramah singkat bagi menasihati jemaah.


Mengerjakan Umrah

Perkara disunatkan pada Ramadan adalah mengerjakan umrah berdasarkan sabda Baginda SAW yang bermaksud: “Umrah pada Ramadan (pahalanya) sama dengan (pahala) mengerjakan haji atau mengerjakan haji bersamaku.” 
(Hadis riwayat Bukhari)


Zakat Fitrah

Zakat fitrah dikeluarkan khusus pada Ramadan atau paling lambat sebelum selesainya solat sunat hari raya. Setiap Individu Muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat fitrah. Nilai zakat fitrah adalah satu gantang makanan ruji atau setara dengan 2.7 kilogram beras. Di Malaysia, nilai zakat fitrah ditentukan oleh pihak berkuasa agama negeri.



Popular Posts